RSS

Trombosit untuk Menutup Pembuluh Darah Bayi




Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: BBC)
Munich, Ada beberapa kasus bayi lahir dengan kondisi pembuluh darah yang tidak tertutup. Hal ini bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Tapi peneliti telah memiliki terobosan dalam memahami masalah ini, dan ternyata hal ini berhubungan dengan jumlah trombosit dalam darah bayi.

Jika ductus arteriosus (pembuluh darah pendek) pada bayi gagal menutup, maka kemungkinan besar bayi tersebut bisa saja mengalami tekanan darah tinggi di paru-parunya dan mengalami gagal jantung.

Tim peneliti dari Munich's Technischen University, Jerman menunjukkan bahwa trombosit, yaitu sel-sel dalam darah yang bisa membentuk gumpalan inilah yang memainkan peran penting dalam proses penutupan pembuluh darah. Hasil penelitian ini sudah masuk dalam jurnal Nature Medicine.

Ductus arteriosus adalah pembuluh darah pendek yang menghubungkan arteri pulmonalis ke aorta. Sehingga sebagian besar darah dari bilik jantung bagian kanan dapat melalui cairan yang ada di paru-paru janin.

Hal ini bisa melindungi paru-paru agar tidak terlalu banyak bekerja serta memperkuat bilik jantung sebelah kiri. Pada kondisi normal, biasanya begitu perkembanganya selesai, pembuluh darah ini akan menutup setelah satu jam kelahiran.

Namun terkadang proses ini tidak terjadi, sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai patent ductus arteriosus. Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki maka bisa menyebabkan terjadinya tekanan di pembuluh darah paru-paru yang dapat memicu sesak napas dan pusing. Pada akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan terjadi gagal jantung.

Peneliti menemukan bahwa trombosit memainkan peranan yang penting, karena jika trombosit tersebut tidak berfungsi dengan baik maka ductus arteriosus gagal menutup. Selain itu peneliti juga menunjukkan dalam sebuah studi klinis terhadap bayi prematur yang tidak memiliki jumlah trombosit yang cukup, mengalami kegagalan dalam proses peutupan ductus arteriosus.

"Berdasarkan hasil penelitian ini, ada kemungkinan jika dilakukan transfusi trombosit dapat mengurangi risiko kurang menutupnya ductus arteriosus pada bayi yang lahir prematur dengan jumlah trombosit yang rendah," ujar Dr Steffen Massberg sebagai ketua peneliti,seperti dikutip dari BBCNews, Senin (7/12/2009).

Dengan terobosan penggunaan transfusi trombosit ini, diharapkan bisa membantu proses menutupnya ductus arteriosus pada bayi yang sangat rentan serta berpotensi menyelamatkan nyawa bayi tersebut. (dikutip dari detik.com)

0 komentar:

Posting Komentar