![]() |
| Make a Smilebox photobook |
Berat dan tinggi badan rata-rata
Diposting oleh
my doughter
on Rabu, Desember 16, 2009
/
Comments: (0)
Berapa berat dan tinggi ideal anak Anda? Berikut adalah tabel Berat & Tinggi Badan Rata-Rata untuk anak berumur 0 - 5 tahun, tanpa membedakan jenis kelamin. Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI
BERAT DAN TINGGI BADAN RATA-RATA
(Umur 0-5 Tahun, jenis kelamin tidak dibedakan)
Trombosit untuk Menutup Pembuluh Darah Bayi
Diposting oleh
my doughter
on Senin, Desember 07, 2009
/
Comments: (0)
Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(Foto: BBC)
Munich, Ada beberapa kasus bayi lahir dengan kondisi pembuluh darah yang tidak tertutup. Hal ini bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Tapi peneliti telah memiliki terobosan dalam memahami masalah ini, dan ternyata hal ini berhubungan dengan jumlah trombosit dalam darah bayi.
Jika ductus arteriosus (pembuluh darah pendek) pada bayi gagal menutup, maka kemungkinan besar bayi tersebut bisa saja mengalami tekanan darah tinggi di paru-parunya dan mengalami gagal jantung.
Tim peneliti dari Munich's Technischen University, Jerman menunjukkan bahwa trombosit, yaitu sel-sel dalam darah yang bisa membentuk gumpalan inilah yang memainkan peran penting dalam proses penutupan pembuluh darah. Hasil penelitian ini sudah masuk dalam jurnal Nature Medicine.
Ductus arteriosus adalah pembuluh darah pendek yang menghubungkan arteri pulmonalis ke aorta. Sehingga sebagian besar darah dari bilik jantung bagian kanan dapat melalui cairan yang ada di paru-paru janin.
Hal ini bisa melindungi paru-paru agar tidak terlalu banyak bekerja serta memperkuat bilik jantung sebelah kiri. Pada kondisi normal, biasanya begitu perkembanganya selesai, pembuluh darah ini akan menutup setelah satu jam kelahiran.
Namun terkadang proses ini tidak terjadi, sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai patent ductus arteriosus. Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki maka bisa menyebabkan terjadinya tekanan di pembuluh darah paru-paru yang dapat memicu sesak napas dan pusing. Pada akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan terjadi gagal jantung.
Peneliti menemukan bahwa trombosit memainkan peranan yang penting, karena jika trombosit tersebut tidak berfungsi dengan baik maka ductus arteriosus gagal menutup. Selain itu peneliti juga menunjukkan dalam sebuah studi klinis terhadap bayi prematur yang tidak memiliki jumlah trombosit yang cukup, mengalami kegagalan dalam proses peutupan ductus arteriosus.
"Berdasarkan hasil penelitian ini, ada kemungkinan jika dilakukan transfusi trombosit dapat mengurangi risiko kurang menutupnya ductus arteriosus pada bayi yang lahir prematur dengan jumlah trombosit yang rendah," ujar Dr Steffen Massberg sebagai ketua peneliti,seperti dikutip dari BBCNews, Senin (7/12/2009).
Dengan terobosan penggunaan transfusi trombosit ini, diharapkan bisa membantu proses menutupnya ductus arteriosus pada bayi yang sangat rentan serta berpotensi menyelamatkan nyawa bayi tersebut. (dikutip dari detik.com)
Tips Bepergian Bagi Ibu Hamil
Diposting oleh
my doughter
on Rabu, Desember 02, 2009
/
Comments: (0)
Tips Bepergian Bagi Ibu Hamil
Anda sedang hamil dan akan melakukan perjalanan? Biasanya ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jauh khawatir, takut membahayakan keselamatan bayi yang ada dalam kandungan. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan, aku ambil dari sini, agar Anda (ibu hamil) bisa bepergian dengan aman dan nyaman:
1. Waktu
Jika tidak ada komplikasi pada kandungan, momen terbaik untuk melakukan perjalanan adalah pada periode 14 dan 28 minggu masa kehamilan. Cari tahu fasilitas perawatan kesehatan apa saja yang terdapat di tempat tujuan, untuk berjaga-jaga apabila Anda membutuhkan pertolongan medis yang mendesak. Selain itu, sangat dianjurkan untuk membawa cacatan medis agar Anda dapat memberikan informasi relevan mengenai riwayat kehamilan kepada dokter jika diperlukan.
2. Check-up
Pastikan untuk melakukan check-up ke dokter kandungan sebelum melakukan perjalanan. Jangan berangkat sebelum Anda mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter. Jika mungkin, miliki asuransi perjalanan untuk melindungi kehamilan Anda dari berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, misalnya perawatan medis ketika melahirkan, melahirkan bayi secara prematur, dan biaya perubahan jadwal perjalanan pulang jika Anda tiba-tiba melahirkan di tempat tujuan.
3. Keluhan
Kebanyakan perempuan memilih tidak melakukan perjalanan jauh selama 12 minggu masa kehamilan, karena rasa letih dan mual yang dialami pada stadium awal kehamilan. Triwulan pertama kehamilan merupakan stadium sensitif, karena terdapat risiko keguguran dan kehamilan di luar dinding rahim (ectopic pregnancy). Akan tetapi, jika Anda berada dalam kondisi baik dan telah berkonsultasi dengan dokter, maka tak ada alasan untuk melarang Anda melakukan perjalanan.
4. Risiko prematur
Setelah minggu ke-28 masa kehamilan, faktor utama yang harus dipertimbangkan jika ingin melakukan perjalanan adalah risiko melahirkan secara prematur. Jika tetap memutuskan untuk pergi, pastikan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan Anda. Selain itu, cari tahu fasilitas persalinan yang terdapat di tempat tujuan sekiranya Anda akan segera melahirkan.
5. Surat rekomendasi
Jika Anda memutuskan untuk bepergian menggunakan pesawat terbang, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Setiap maskapai penerbangan umumnya memiliki kebijakan tersendiri untuk tidak menerima perempuan yang sedang hamil besar. Jadi, pastikan untuk mengeceknya terlebih dahulu sebelum memesan tiket. Biasanya, pihak maskapai meminta surat rekomendasi dokter jika usia kandungan Anda lebih dari 28 minggu.
6. Minum air putih
Selama di atas pesawat, sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk minum air putih dan bergerak sesering mungkin. Sebab, selama masa kehamilan risiko pembentukan varises di kaki meningkat. Untuk penerbangan yang memakan waktu cukup panjang, gunakan flight sock atau compression stocking yang tersedia di sejumlah toko peralatan kesehatan.
7. Hindari daerah berbahaya
Anda dianjurkan untuk tidak menerima vaksinasi apapun selama masa kehamilan, karena hal tersebut dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, hindari bepergian ke negara-negara yang mengharuskan Anda melakukan imunisasi terlebih dulu. Selain itu, tablet antimalaria sebaiknya juga dihindari karena tidak aman bagi ibu hamil.
8. Istirahat
Jika Anda melakukan perjalanan dengan mobil, pastikan untuk sering minum air putih, memakan makanan alami untuk menambah energi, serta berhenti secara teratur untuk beristirahat dan mengendurkan otot yang kaku. Jaga sirkulasi udara di dalam mobil, dan kenakan sabuk pengaman dengan menyilangkannya pada area di bawah dada serta pinggul (hindari daerah perut). Hindari mengendarai mobil seorang diri dalam sebuah perjalanan panjang. Jika mungkin, gunakan jasa sopir atau menyetir bergantian dengan teman seperjalanan.
9. Kualitas makanan
Berhati-hatilah memilih makanan dan minuman selama dalam perjalanan atau ketika tiba di tempat tujuan. Jangan sampai Anda mengalami gangguan perut atau masalah diare, sebab obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkannya tidak cocok untuk ibu hamil. Untuk air minum, pilih air minum kemasan agar lebih praktis dan terjamin kualitasnya.
Artikel ini diambial dari "seputarduniaanak.blogspot.com"




